Notification

×

Iklan

Iklan

Dua Makna Daya di Jagakota

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-19T20:32:36Z



ADA RUANG yang dibangun untuk menampung orang. Ada pula ruang yang dirancang untuk membuat manusia tumbuh. DAYA ingin berada di antara yang kedua.

Berada di sisi utara kawasan Jagakota, DAYA bukan sekadar nama sebuah tempat. Dalam bahasa Sasak, daya berarti utara. Tetapi kata yang sederhana itu juga membawa makna lain yang lebih luas: energi, keberanian, kebanggaan, dan kegembiraan—hal-hal yang semestinya tumbuh bersama setiap anak.

Di tempat seperti inilah anak-anak tidak harus selalu duduk diam untuk belajar.

Mereka boleh tertawa. Boleh melukis. Boleh mencoba sesuatu yang belum pernah mereka lakukan. Boleh salah, lalu mencoba lagi. Boleh bertanya tanpa takut dianggap tidak tahu.

Sebab pendidikan yang baik barangkali bukan hanya tentang seberapa banyak pengetahuan yang berhasil dimasukkan ke kepala seorang anak, melainkan seberapa besar keberanian yang tumbuh di dalam dirinya.

Setiap anak punya daya

Persoalannya adalah apakah lingkungan di sekitarnya memberi cukup ruang agar daya itu muncul.

DAYA dibayangkan sebagai ruang tumbuh semacam itu. Sebuah tempat di mana kreativitas tidak dianggap sebagai kegiatan tambahan, keberanian tidak dianggap sebagai kenakalan, dan kegembiraan tidak dianggap sebagai gangguan dalam proses belajar.

Di tengah dunia yang semakin cepat dan penuh layar, gagasan tentang ruang seperti ini terasa semakin penting. Anak-anak membutuhkan tempat untuk menyentuh benda, melihat warna, membuat sesuatu dengan tangan mereka sendiri, berbicara dengan orang lain, dan mengalami dunia secara langsung.

Karena itu, DAYA tidak hendak menjadi tempat yang terlalu serius. Justru sebaliknya. Ia ingin menjadi tempat yang menyenangkan. Namun kegembiraan di sini bukan sekadar hiburan. Di balik permainan, gambar, percobaan, percakapan, dan berbagai aktivitas kreatif, ada proses yang jauh lebih penting: anak sedang belajar mengenali dirinya sendiri.

Ia sedang belajar bahwa pendapatnya berharga. Bahwa imajinasinya boleh tumbuh. Bahwa kegagalan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Dan bahwa menjadi berbeda tidak selalu berarti salah.

Mungkin itulah alasan nama DAYA terasa tepat. Sebuah tempat di sisi utara Jagakota, tetapi sekaligus sebuah pengingat bahwa setiap anak memiliki energi untuk tumbuh, keberanian untuk mencoba, dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang belum ada.

Pada akhirnya, sebuah ruang tidak pernah benar-benar ditentukan oleh dinding, atap, atau bentuk bangunannya. Ruang menjadi berarti karena apa yang terjadi di dalamnya.

Jika kelak dari DAYA lahir anak-anak yang lebih berani bertanya, lebih bebas berimajinasi, lebih percaya diri mencoba, dan lebih gembira belajar, maka tempat itu telah melakukan sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar menyediakan ruang. Ia telah membantu menyalakan daya. Dan mungkin, dari sanalah perubahan selalu bermula.
×
Berita Terbaru Update