GAME pilah sampah sudah cukup populer di semua kalangan pengguna gadget. Puluhan developer game menawarkan jenis permainan edukatif yang sangat bervariasi. Pengguna hape tinggal download di PlayStore lalu mainkan.
Asyik sekaligus edukatif. Tentu pula membuat anak-anak bisa memulai mengenal jenis sampah organik dan anorganik.
Bermain game pilah sampah juga sangat seru. Mulai dari sekadar mengenal jenis sampah lalu meletakkan di tong sampah yang benar, sampai yang membutuhkan kecepatan.
Seperti game menangkap sampah yang meluncur dari bagian atas layar gadget dengan menggeser dua jenis tong sampah ke tempat yang tepat. Atau menemukan sampah yang tersembunyi untuk dimasukkan ke tong organik atau unorganik.
Anak-anak pasti menyukai game seperti itu. Sayangnya, meski bermanfaat ada sisi buruknya. Membiarkan anak-anak terlalu lama bersama gawai mereka tentu saja tidak baik bagi perkembangan anak.
Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mendidik anak belajar disiplin memperlakukan sampah?
"Beri mereka permainan pilah sampah yang realistis. Bukan di game hape, melainkan bermain pilah sampah beneran," jelas Yolanda pemandu kegiatan Destinasi Edukasi untuk anak-anak TK di Jagakota.
Jagakota Homestead sebuah areal kebun keluarga terpadu memberi kesempatan untuk anak-anak TK mengetahui lingkungan hidup mereka. Selain mengenal aktivitas menanam atau memberi makan ternak, anak-anak juga ditanamkan peduli penanganan sampah.
Program Petualangan Balajaga Cilik saat junjungan anak-anak ke Jagakota Homestead juga ada permainan pilah sampah. Anak-anak berlomba meletakkan jenis sampah tertentu ke dalam tong sampah yang sesuai.
Ada pula kegiatan mengenal penyemaian dengan aktivitas sederhana mengisi media tanam dan meletakkan benih tanaman ke dalam polybag. Lalu menggambar pot bunga dengan cat, dan kegiatan belajar lainnya.
Selama beraktivitas, jelas Yolanda lagi, anak-anak dilengkapi dengan sarung tangan sekali pakai. Mereka juga mengenakan apron kebun dan sepatu boot demi memastikan kenyamanan dan keamanan anak-anak.
Kegiatan bermain dan belajar untuk anak-anak TK di Jagakota Homestead dirancang benar-benar ramah anak untuk membantu membiasakan mereka sehari-hari peduli pada lingkungan hidup.
"Ada juga Ikrar Balajaga Cilik yang menanamkan ke dalam diri anak agar terbiasa merawat pohon dan air. Anak-anak diminta secara bersama-sama untuk mengucapkan dorongan mencintai lingkungan," terang Yolanda.
Satu kegiatan yang menarik di Destinasi Edukasi itu adalah pemutaran film animasi pendek berjudul Keris Tunjik Balajaga Cilik. Menceritakan tokoh anak bernama Tenggara yang kemudian terpilih sebagai Balajaga Cilik bersentaja Keris Tunjik.
Balajaga Cilik melawan para perusak lingkungan yang dikendalikan oleh Hamatong. Karakter Hamatong punya senjata bernama Ladik Tujing.
"Saya yakin anak-anak akan menyukai film ini. Selain sebagai hiburan juga ada pesan pendidikan di dalamnya. Film ini juga ramah anak meskipun ada senjata sakti di cerita tetapi tak ada adegan kekerasan," pungkas Yolanda.

