| fOTO ILUSTRASI AI. |
BULAN Desember 2026 TPA Kebon Kongoq bakal ditutup. Penyebabnya, batas usia TPA regional yang digunakan Warga Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat itu diprediksi mengalami kejenuhan total dan penuh pada akhir tahun ini.
Dua skenario mengatasi masalah ini adalah dengan menyiapkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan rencana penggabungan area landfill 1 dan 2 Kebon Kongoq. Skenario ke dua ini masih menunggu arahan Gubernur NTB, termasuk membuka akses jalan seluas 37 are.
Jika izin dan penggabungan terlaksana, langkah ini berpotensi menambah umur operasional TPA selama sekitar 2 tahun.
Sementara skeranio pertama sedang disiapkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram. Keterangan Kadis DLH H Nizar Denny Cahyadi kepada wartawan, menyebutkan akan mengoptimasi TPS Sandubaya.
"Mulai sekarang kami harus menyiapkan langkah antisipasi untuk menentukan lokasi alternatif penampungan sementara guna menghindari terjadinya penumpukan," jelas Denny, Selasa (25 Agustus) di Mataram.
Produksi sampah rumah tangga dan industri di Kota Mataram mencapai 240-250 ton per hari. TPA Kebon Kongoq yang juga digunakan oleh warga Lombok Barat (TPA regional) menyebabkan sampah yang masuk setiap hari di sana mencapai 400-450 ton.
Denny Cahyadi mengimbau warga agar mulai memilah sampah organik dan anorganik. Sampah organik dapat dimanfaatkan sebagai kompos rumah tangga sehingga tidak perlu ikut diangkut ke TPA.
Sementara sampah anorganik yang dipilah seperti botol bekas dan bahan plastik lainnya dapat disalurkan kepada pengepul yang mengolah sampah plastik.
